Senin, 03 Juni 2013

Segmentasi Pasar

SOFTSKILL
Segmentasi pasar

                                       

NAMA      : MARLIN ARI ASTUTI
NPM         : 14611316
KELAS      : 2SA01

UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. AKSES KELAPA DUA CIMANGGIS, DEPOK 16951





KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Segmentasi pasar” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Softskill Rooshwan Budhi Utomo
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Segmentasi Pasar, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan Segmentasi Pasar, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah Softskill dan kepada teman-teman mahasiswa yang telah mendukung dalam penyusunan makalah Segmentasi Pasar ini.
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Segmentasi Pasar. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.



Depok,  Mei 2013

 Penulis





BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
          Pasar terdiri dari banyak pembeli, dan pembeli berbeda dalam banyak hal baik dalam motif, perilaku, maupun kebiasaan pembelian. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar suatu produk tidak homogen, tetapi heterogen. Hal inilah yang mendorong perusahaan melakukan segmentasi pasar. Segmentasi merupakan pengelompokan pembeli dalam suatu pasar yang memiliki kebutuhan dan tingkah laku yang sama.
          Untuk itu dalam makalah ini saya akan membahas mengenai manfaat dan kriteria Segmentasi Pasar.

B.   TOPIK PEMBAHASAN
1.     Segmentasi Pasar
2.     Manfaat Segmentasi Pasar
3.     Kriteria Segmentasi

C.   MAKSUD DAN TUJUAN
Untuk mengetahui hal-hal mengenai Segmentasi Pasar dan untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill Kewirausahaan




BAB II
ISI

v SEGMENTASI PASAR
          Pasar terdiri dari banyak pembeli, dan pembeli berbeda dalam banyak hal baik dalam motif, perilaku, maupun kebiasaan pembelian. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar suatu produk tidak homogen, tetapi heterogen. Hal inilah yang mendorong perusahaan melakukan segmentasi pasar. Segmentasi merupakan pengelompokan pembeli dalam suatu pasar yang memiliki kebutuhan dan tingkah laku yang sama.
          Segmentasi merupakan unsur pertama strategi. Menurut Hermawan Kartajaya dkk (2003) dalam bukunya Rethinking Marketing segmentasi berarti ‘melihat pasar secara kreatif’. Segmentasi merupakan seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar.
          Latar belakang pentingnya segmentasi bagi perusahaan disebabkan antara lain karena segmentasi memungkinkan perusahaan lebih terfokus dalam mengalokasi sumber daya. Kedua, segmentasi merupakan basis untuk menentukan komponen-komponen strategi, taktik dan value secara keseluruhan. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan suatu acuan dan basis bagi penentuan positioning. Ketiga segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing.


v MANFAAT SEGMENTASI PASAR
          Salah satu alasan perusahaan melakukan segmentasi untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran yang telah disusun, serta lebih terarah dan sumber daya perusahaan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Segmentasi yang berorientasi pada peningkatan pemasaran akan memberikan keuntungan bagi pebisnis dan pelanggan, yaitu:
1. Menyediakan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik
          Produsen dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan yang bervariasi dengan menggunakan pola berbeda, insentif dan kegiatan promosi yang bebeda pada setiap segmen yang dituju. Contohnya perusahaan Telkom dalam produknya Speedy, yang mengelompokkan konsumennya kedalam kelompok pribadi, bisnis kecil, bisnis besar, dan organisasi pemerintah atau kemasyarakatan dan bukan berdasarkan pada lini produk yang dihasilkan. Hal tersebut terbukti mampu memberikan pelayanan dan ketersediaan produk yang lebih baik.
2. Meningkatkan pendapatan
          Lebih sulit bagi produsen untuk menaikkan harga pada seluruh pasar. Kecuali jika produsen mengelompokkan segmen premium yang akan menerima harga yang lebih mahal. Dengan segmentasi perusahaan mengetahui pasar mana yang berpotensi dapat meningkatkan pendapatannya lebih besar.
3. Peluang untuk tumbuh
          Dengan segmentasi pasar organisasi dapat menciptakan ‘niche product’ yang akan menarik konsumen lain untuk mencoba dan kemudian membeli produk tersebut.


v KRITERIA SEGMENTASI
          Variabel-variabel utama yang biasa digunakan untuk mensegmentasikan pasar konsumen dengan memperhatikan faktor karakteristik konsumen yaitu letak geografi, demografi, dan psikografi. Segmentasi geografis membagi-bagi pasar ke dalam unit-unit geografis seperti wilayah, kota, desa dan iklim. Misal sepatu ski dipasarkan pada wilayah tertentu dan tidak akan dijual di wilayah tropis yang hanya mempunyai 2 musim saja.
          Segmentasi demografis memisahkan pasar ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variael umur, jenis kelamin, status, pendapatan, pekerjaan, pendidikan agama, kewarganegaraan dan kelompok umur. Misal pemasar perlu memperhatikan faktor demografi pribadi dengan kriteria umur dan jenis kelamin untuk memasarkan produk baju dan sepatu. Ukuran, corak ataupun desain baju dan sepatu untuk anak-anak tentu berbeda dengan yang diperuntukkan untuk dewasa. Contoh lain dari segmentasi demografis ini antara lain produsen susu formula yang membeda-bedakan produk berdasar usia antara lain susu untuk usia di bawah 1 th, 1-3 th, dan diatas 3 th.
          Segmentasi psikografi membagi-bagi konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan menurut status sosial, gaya hidup dan kepribadian. Misal produsen mobil yang mendesain mobil berdasarkan pada faktor gaya hidup dan kepribadian konsumen. Produsen mendesain mobil sport untuk konsumen bergaya sportif, mobil sedan lux untuk yang menginginkan kesan ekslusif dan mengutamakan kenyamanan.
          Demikian juga untuk produk rokok, produsen mengembangkan merek-merek rokok bagi “perokok berat”, “perokok biasa”, dan “perokok yang berhati-hati/ringan”. Selain memperhatikan karakteristik konsumen, pasar juga dapat disegmentasikan berdasarkan tangapan konsumen (segmentasi keprilakuan). Sehingga pembeli dipilah-pilah ke dalam variabel kesempatan penggunaan, manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, dan sikap konsumen. Contoh dari segmentasi perilaku antara lain produsen pasta gigi yang memperhatikan variabel manfaat yang dicari dalam mensegmentasikan pasarnya. Misal, pasta gigi “Crest” yang menawarkan manfaat perlindungan terhadap gigi berlubang sebagai daya tarik penjualan yang .demikian juga pasta gigi “aquafresh” yang menawarkan 3 manfaat yaitu “perlindungan terhadap gigi berlubang”, “nafas lebih segar”, dan “gigi lebih putih”.

Beberapa Contoh Kasus Segmentasi :
          Produsen rokok nasional PT HM. Sampoerna Tbk membidik segmen loyal customer. Untuk membidik segmen tersebut Sampoerna mengkedepankan Dji Sam Soe Master Priece sebagai ujung tombaknya. Salah satunya dengan meluncurkan Dji Sam Soe Gold yang merupakan pengembangan dari produk Dji Sam Soe sebelumnya yang dikenal sebagai King of Kretek dan hadir di masyarakat sejak tahun 1913. Ini merupakan varian ke-7 dari keluarga Dji sam Soe. Namun rokok terbaru ini dibuat dalam bentuk fisik silinder dan dibungkus dalam kemasan dengan bukaan flavor seal guna menjaga cita rasa dan kesegaran aroma, serta memperlihatkan kesan modern dan dinamis. Segmentasi pasar yang dituju, yaitu menyasar perokok antara usia 24 tahun dan 35 tahun. Inovasi ini sebagai upaya mempertahankan posisi kami sebagai pemimpin pasar SKT bagi perokok dewasa
Sensodyne : variant dikhususkan pada satu jenis masalah gigi, yaitu gigi sensitif. dipasarkan kalangan menengah ke atas (menilik dari harganya yang lumayan merogoh kocek).
           Varian terbaru Yamaha Mio menyasar pengguna wanita yang semakin banyak menggunakan jenis motor skuter otomatis (skutis). Peluang ini dilihat YMKI untuk mendekatkan produk skutis andalannya kepada kamu hawa. Segmen ini dikhusukan untuk kaum wanita.
          Marlboro Black Menthol hadir sebagai bentuk inovasi dari PT Philip Morris Indonesia bagi para perokok muda dewasa khususnya penggemar rokok menthol di Indonesia. Dengan kualitas rokok putih kelas dunia, Marlboro Black Menthol menawarkan pengalaman merokok dengan rasa menthol yang kuat bagi mereka yang menginginkan sensasi menthol yang berbeda dengan tampilan kemasan yang memberi kesan maskulin dan premium.


BAB III
PENUTUP

Ø Kesimpulan
          Untuk itu sebisa mungkin kita harus dapat memanfaatkan peluang-peluang usaha yang ada dalam segmentasi pasar.



DAFTAR PUSTAKA








Selasa, 30 April 2013

SUMMARY OF " THE SECRET "


To be so strong that nothing can disturb my peace of mind.
To talk health, happiness, and prosperity to every person I meet.
To Make all my friends feel that there is something worthwhile in them.
To look at the sunny side of everything and make my optimism come true.
To think only of the best, to work only for the best and to expect only the best.
To be just as enthusiastic about the success of others as I am about my own.
To forget the mistakes of the past and press on to be greater achievements of the future.
To wear a cheerful expression at all times and give a smile to every living creature I meet.
To give so much time to improving myself that I have no time to criticize others.
To be too large for worry, too noble for anger, too strong for fear, and too happy
To permit the presence of trouble.
To think well of myself and to proclaim this fact to the world, not in loud words, but in great deeds.
To live in the faith that the whole world is on my side, so long as I am true the best that is in me.
  • Whatever it is you are feeling is a perfect reflection of what is in the process of becoming
  • What you think and what you feel and what manifests is always a match
  • You create your own universe as you go along
  • Take the first step in faith you don’t have to see the whole staircase just take the first step
  • Most people offer the majority of their thought in response to what they are observing
  • All that we are is the result of what we have thought
  • What this power is i cannot say. All i know is that it exists
  • When you have inspired thought you have to trust it and you have to act on it
  • You are the only one who creates your reality
  • everything in the universe is energy


Some of the scientists said :
  1. Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions  -  (Albert Einstein 1879-1955)
  2. Whatever the mind of man can conceive, it can achieve -  (N. Element Stone 1902-2002)
  3. All power is from within and is therefore under our own contro - ( Robert Eollien 1885-1950)
  4. whether you think you can or you can’t either way you are right - (Hendy ford 1863-1947)
  5. Follow your bliss and the universe will open doors for you where there were only walls - (Joseph Eanyabells)




Kamis, 25 April 2013



SOFTSKILL
MEMANFAATKAN PELUANG USAHA

                                        


NAMA      : MARLIN ARI ASTUTI
NPM         : 14611316
KELAS      : 2SA01

UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. AKSES KELAPA DUA CIMANGGIS, DEPOK 16951




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Memanfaatkan Peluang Usaha” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Softskill Rooshwan Budhi Utomo
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Peluang Usaha, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan Peluang Usaha, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah Softskill dan kepada teman-teman mahasiswa yang telah mendukung dalam penyusunan makalah ini.
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Memanfaatkan Peluang Usaha. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.



Depok,  April 2013

 Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Peluang usaha adalah kesempatan atau waktu yang tepat yang seharusnya di ambil atau dimanfaatkan bagi seseorang wirausahawan mendapat keuntungan. Namun sayangnya peluang itu sering kali kita abaikan karena kita serasa bingung untuk memanfaatkannya, serta harus dimulai dari mana padahal peluang itu hanya datang satu kali saja, bisa saja jika kita melewatkan peluang tersebut yang menurut kita itu peluang usaha yang nice atau bagus lantas keburu diambil oleh orang lain.
Memang tidak lah mudah bagi seseorang untuk bisa memanfaatkan peluang usaha dengan cara memanfaatkannya atau mempraktekannya dalam dunia wirausaha yang sesungguhnya. Ini akan terasa berat karena selain membutuhkan ketekunan, tenaga juga modal yang jumlahnya relatif.
Untuk itu dalam makalah ini saya akan membahas mengenai beberapa cara memanfaatkan peluang usaha dan juga mengetahui bagaimana memanfaatkan peluang usaha terutama dalam bidang Kuliner.

B.   TOPIK PEMBAHASAN
1.     Pengertian Peluang Usaha
2.     Cara Memanfaatkan Peluang Usaha
3.     Memanfaatkan Peluang Usaha dalam bidang Kuliner

C.   MAKSUD DAN TUJUAN
Untuk mengetahui hal-hal mengenai Memanfaatkan Peluang Usaha dan untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill Kewirausahaan.

BAB II
ISI
1.     Pengertian Peluang Usaha
Peluang usaha adalah kesempatan atau waktu yang tepat yang seharusnya di ambil atau dimanfaatkan bagi seseorang wirausahawan mendapat keuntungan. banyak peluang yang di siasiakan, sehingga berlalu begitu saja karena tidak semua orang dapat melihat peluang dan yang melihatpun belum tentu berani memanfaatkan peluang tersebut. hanya seorang wirausahawan yang dapat berpikir kriatif serta berani mengambil risiko itulah yang dengan tanggap dan cepat memanfaatkan peluang. Peluang usaha yang telah di ambil tentu akan memiliki konsekuensi bagi pengambil keputusan. jika berhasil dapat dikatakan mendapat keuntungan, namun jika gagal maka itu bagian dari resiko yang harus di hadapi. Namun demikian, hal itu dapat dijadikan pengalaman yang sangat berharga. Kegagalan bagi seseorang wirausahawan harus di sikapi dengan landasan filsafat berikut.
1)      Kegagalan adalah furu yang paling baik.
2)      Gagal adalah kunci sukses.
3)      Gagal adalah langkah pertama dari keberhasilan.
4)      Gagal adalah keberhasilan yang tertunda.
Peluang usaha yang beru biasa didapat dan dipilih sangat bergantung pada beberapa hal, antara lain :
1)      minat seseorang, misalnya dalam bidang industri kerajinan dan perdagangan atau jasa.
2)      modal, apakah sudah tersediah modal awal atau belum, dan
3)      relasi, apakah ada keluarga teman yang sudah menekuni usaha yang sama atau usaha yang akan di kerjakan. ada relavansi atau saling menunjang dengan usaha tersebut.
Dalam dunia usaha setiap orang (pengusaha) atau orang yang hendak berkecimpung di dunia ini sudah semestinya mengerti dan memperhatikan peluang usaha yang di sekitar mereka atau kita.


2.     Cara Memanfaatkan Peluang Usaha

1)      Melakukan Riset Pasar : Ya, kita perlu akan data2 mengenai pasar produk yang akan menjadi unggulan. agar produk kita bisa diterima oleh orang lain, selain itu perlunya data2 mengenai tingkat persaingan pasar, kompetisi harga, karakteristik konsumen dll, hal ini agar kita bisa memprediksikan  mengenai usaha kita apakah akan mampu bertahan atau tidak.

2)      Mempersiapkan dan menyusun rencana  (market plan), mencakup target pasar produk, target pendapatan perbulan, biaya operasional dll.

3)      Patuh terhadap aturan, dengan kata lain tidak melanggar aturan dari pemerintah setempat,atau melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat, misalnya membuaka usaha minuman keras dll.

4)      Strategi Pemasaran yang tepat sasaran.

5)      Jika ke empat poin dasar diatas sudah kita lakukan, maka hal yang paling penting adalah mempraktekannya. Anda harus berani memulai wirausaha atas ide-ide anda  sehingga anda akan tahu peluang usaha yang sedang dijalankan adalah peluang usaha yang benar-benar bagus. Jangan takut untuk memulai usaha.

3.     Memanfaatkan Peluang Usaha dibidang Kuliner
Bisnis kuliner merupakan salah satu pilar bisnis yang mengakar kuat dimasyakat, bisnis ini begitu banyak diminati karena memiliki prospek keuntungan yang bagus serta pangsa pasar yang begitu luas. Makanan masih merupakan kebutuhan pokok yang sangat sulit untuk digantikan, keberadaannya mampu meningkatkan berbagai macam sendi usaha serta cabang kegiatan.

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang gemar jajanan atau masakan yang berbahan dasar Karbohidrat, dengan demikian dapat pula disimpulkan bahwa makanan yang berhubungan dengan makan pagi, siang serta malam masih merupakan target utama dari penikmat kuliner di Indonesia, inovasi serta bentuk kreatifitas sajian serta pelayanan dijadikan senjata dalam menjaring pelanggan untuk tetap setia mengkonsumsi hidangan yang dibuat.

Diantara bisnis kuliner yang banyak diminati masyarakat saat ini adalah Masakan tradisional Indonesia, keberadaan menu asli Indonesia masih menjadi primadona utama dari penikmat kuliner, hal ini disebabkan karena bumbu dasar yang dimiliki begitu familiar dengan lidah orang Indonesia. Bahkan beberapa jaringan usaha restaurant International yang masuk ke indonesia harus menyesuaikan beberapa menunya dengan bumbu dasar yang dirasa mampu diterima lidah orang Indonesia.

Soto Ayam  & Ayam Goreng adalah salah satu makanan sepanjang masa yang begitu dikenal di masyarakat Indonesia, menu ini begitu akrab di telinga maupun lidah orang Indonesia sehingga penggemar makanan ini pun tak kalah banyaknya, soto ayam & Ayam Goreng dapat dinikmati dari mulai sarapan pagi, makan siang serta makan malam ditemani makanan apapun soto ayam & Ayam Goreng  begitu mudah membaur serta tetap enak untuk dinikmati, Soto ayam & Ayam Goreng dapat pula ditemui dari mulai gerobak keliling, disudut pasar, restoran kecil, restoran besar, di Mall, Dihotel, kantin-kantin kantor dan lain sebagainya.

Dari sisi pembuatan serta penyajian Soto ayam & Ayam Goreng tidaklah memiliki kendala yang berarti, hal ini disebabkan bumbu dasar serta bahan bakunya sangat mudah didapat serta tersedia sepanjang tahun. Ini merupakan jaminan dari pengusaha atau pedagang yang memilih soto ayam & Ayam Goreng sebagai menu utamanya, secara sederhana dan jelas dapat disimpulkan bahwa memilih soto ayam & Ayam Goreng sebagai menu utama usaha memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik.

Berbagai ramuan serta cara penyajian dibuat oleh banyak orang untuk menyajikan soto ayam & Ayam Goreng, akan tetapi karena ini berbicara tentang makanan maka pada akhirnya Rasa adalah hal yang paling utama, faktor inilah yang pada akhirnya mendorong konsumen untuk memilih soto ayam mana yang enak dan sesuai dengan lidah mereka walaupun terkadang tempat favorit konsumen itu tidak berada digedung yang mewah atau mall yang terkenal.


BAB III
PENUTUP

Ø Kesimpulan
Untuk itu janganlah kita mensia-siakan peluang usaha yang ada, sebaik mungkin kita harus dapat memanfaatkannya walaupun sifatnya sangat sederhana, seperti memanfaatkan peluang usaha dibidang kuliner terutama dalam masakan tradisional khas Indonesia seperti Soto Ayam. 




DAFTAR PUSTAKA



Sabtu, 20 April 2013


SOFTSKILL
KEWIRAUSAHAAN



NAMA      : MARLIN ARI ASTUTI
NPM         : 14611316
KELAS      : 2SA01

UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. AKSES KELAPA DUA CIMANGGIS, DEPOK 16951




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kewirausahaan” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Softskill Rooshwan Budhi Utomo
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Kewirausahaan, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan Kewirausahaan, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah Softskill dan kepada teman-teman mahasiswa yang telah mendukung dalam penyusunan makalah Kewirausahaan ini.
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Kewirausahaan. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.





Depok,  April 2013

 Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Banyaknya pengangguran saat ini tenjadi karena berbagai faktor baik pada diri seseorang maupun negara kita. Selain itu karena persyararatan untuk mendapatkan pekerjaan yang cukup untuk semua golongan baik lulusan SMA ataupun lulusan sarjana. Tidak hanya di daerah pedesaan, pada daerah perkotaan pun pengangguran kerap terjadi.
Untuk mengurangi pengangguran yang ada, telah banyak masyarakat yang mengadakan wirausaha. Karena dengan berwirausaha kita dapat memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang sifatnya positif, selain itu dalam berwirausaha kita dapat mengatasi masalah-masalah yang sosial yang signifikan.
Untuk itu dalam makalah ini saya akan membahas mengenai apa itu kewirausahaan, hakikat, ciri-ciri serta peran fungsi kewirausahaan.


B.   TOPIK PEMBAHASAN
1.      Pengertian Kewirausahaan
2.      Hakikat Kewirausahaan
3.      Ciri-ciri dan Sifat Kewirausahaan
4.      Fungsi dan Peran Kewirausahaan

C.   MAKSUD DAN TUJUAN
Untuk mengetahui hal-hal mengenai Kewirausahaan dan untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill Kewirausahaan



BAB II
ISI
1.     Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan (Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

2.     Hakikat Kewirausahaan
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
a)      Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
b)      Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
c)      Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
d)     Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
e)      Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
f)       Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

3.     Ciri-ciri dan Sifat Kewirausahaan
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
a.       Percaya diri
b.      Berorientasikan tugas dan hasil
c.       Pengambil risiko
d.      KepemimpinanKeorisinilan
e.       Berorientasi ke masa depan
f.       Jujur dan tekun

Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:
a.       Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
b.    Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik ddan memiliki inisiatif.
c.       Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
d.      Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
e.       Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
f.       Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
g.      Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras

4.     Fungsi dan Peran Kewirausahaan
a.     MIKRO : PLANNER dan INOVATOR
Ø PLANNER > merancang tindakan & usaha baru, strategi baru, merencanakan ide, menciptakan organisasi yang baru
Ø INOVATOR > produk, ide, cara, teknologi
b.     MAKRO : Menciptakan kemakmuran, pemerataan kekayaan dan kesempatan kerja.




BAB III
PENUTUP

Ø Kesimpulan
Maka dari ini kita dapat menyimpulkan bahwa kewirausahaan bukanlah hal yang dapat di sepelekan begitu saja karena dari berwirausaha kita dapat banyak manfaat dan keuntungannya.




DAFTAR PUSTAKA